blog how to, blog trick, blog tips, tutorial blog, blog hack

Statistic Yogie's Blog

Label

ACC (1) air (1) Alat Berat Proyek Konstruksi (2) Alat Bore Pile (1) Alat ukur modern (3) Alat ukur tanah (4) Alimax (1) Aliran Lambat Laun (1) Analisis Method In-situ Prefabrication Wall Casting (1) anchorages frame (1) ancol (1) Anyer Beach (1) atap kupu-kupu (1) Bahan Bangunan (1) Bahan Campuran (2) Baja Tulangan (1) Balanced Cantilever dengan FormTraveller (1) BALSA WOOD (1) BANGUNAN TENAGA AIR (1) Batas Plastis (1) Batas Susut (1) Belt Tower Crane (1) Bendungan (2) beton (9) Beton decking (1) beton ringan (1) Bored Pile (1) breadwinner bridge (1) Broken Home (1) Bunga Triana (1) Butterfly Roof (2) Calbond (1) Cerpen (1) CIRATA (1) civil engineering (1) collar frame (1) concrete glue (1) CONE PENETRATION TEST (1) CPM.\ (1) Curug Kawung (1) Curug Nangka (1) dan Komponen Penunjang (1) DANAU DENDAM TAK SUDAH (1) Debit Saluran (1) decking (1) Depok (1) Desain Rumah Tropis (1) Dinding (1) Dinding Penahan (1) Dinding PreFab (2) Dinding Prefabrication (2) Dinding Prefabrikasi (2) Dufan (1) Dump Truck (1) Dwi Sulistyo (1) Ecohouse (2) Excavator (1) Faktor Keamanan Lereng (1) Fly Ash (1) Gamrel Roof (1) Gedung (1) Geodimeter (1) Geology pertambangan (1) Geoteknik (1) GIS (1) Golongan Kayu Balsa (1) GPS (2) Green Construction (4) Ground Treatment Tank (GWT) (1) Gunung Rinjani (1) Hard Balsa (1) Hiburan (2) IBA (1) ILM (Increamental Launching Method) (1) Ilmu ukur tanah (1) Infrastruktur (5) Irigasi (1) Iterasi Gauss Seidel (2) Jalan (1) jembatan kayu (3) JENIS – JENIS ATAP (2) Jenis jenis alat berat (1) Jenis-jenis Bambu (1) jenis-jenis pondasi (2) Kawat bendrat (1) Kayu balsa (3) Kekuatan Bambu (1) Kelebihan Balsa. (1) Kelebihan dari rumah Container (1) King and Queen Roof (1) Klasifikasi Admixture (1) Klasifikasi Hutan (1) Klasifikasi Hutan Berdasarkan Dimeter Pohon (1) Kolom Bambu (1) Komponen Atap (1) Komponen Balok Kolom Dinding (1) Komponen Lantai (1) Komponen Pelengkap (1) Komponen Pondasi (2) Komponen Waduk (1) konsep Rumah Hemat Energi (1) Konsep rumah tropis (2) Konsolidasi (1) konstruksi bambu (1) Konstruksi gedung (1) Konstruksi Prefabrikasi (1) KRL Ekonomo (1) KRL Ekonomo JABODETABEK (1) Kubah Emas (1) Kuda-kuda Bambu (1) lagopus ochroma (1) Land Clearing (1) Latar Belakang waduk (1) Lem Beton (1) LEMANG (1) LEMANG TAPAI (1) maket jembatan kayu (3) Manajemen (1) manajemen konstruksi (1) manajemen proyek (1) Manfaat adanya Waduk (1) Manfaat Rumah hemat Energi. (1) Masalah Transportasi (1) Masjid Kubah Emas (1) Matematika4 (1) Medium Balsa (1) Metode Contou (1) Metode Fellenius (1) Metode Harrowing (1) Metode Jembatan Beton (1) Metode Jembatan Rangka (1) Metode Out Crop (1) Metode Pembakaran (1) Metode Penumpukan(Piling) (1) Metode Perimeter (1) Metode Precast Segmental (1) Metode SLOPE/W 2007 (1) Metode Zig-Zag (1) MSS (Movable Scaffolding System) (1) Neneng Winarsih (1) Passenger Hoist (2) Pemasangan Pile Cap (1) Pembuatan Beton decking (1) Pemetaan (1) PENGUKURAN POLYGON (1) Penulangan Pile Cap (1) PERAN TEKNIK SIPIL (1) Perancah (1) Perencanaan Irigasi Dan Bangunan Air (1) Perencanaan Jembatan Kayu (1) Perencanaan Rumah Tropis (1) Perhitungan Konstruksi Bambu (1) Perpustakaan Bambu (1) Pile Cap (1) Pintu Air (1) Plastic Limit (1) PLTA (1) PLTA CIRATA (1) Pondasi Sarang Laba-Laba (1) PRECAST CONCRETE (1) Prefabrication Wall (1) Program Matleb. (1) Rain Garden (1) Rain Garden Indonesia. (1) Rambu ukur (1) Remaja (1) replika jembatan (2) Retaining Wall (1) Rumah Container (1) RUMAH HEMAT ENERGI (1) Rumah Idaman (1) Rumah Tropis (2) Rute penyebrangan Merak-Bakauheni (1) Sabuk Tower Crane (1) Sahabat (1) sambungan kayu (1) Sambungan Las (1) Sastra (1) Scaffolding (1) Sengkang (1) Sengkang Spiral (1) Sewage traymen plan (STP) (1) Shrinkage Limit (1) SIPAT DATAR (1) Soft Balsa (1) Sondir (1) Stabilitas Lereng (1) stasiun Manggarai (1) Struktur bawah (1) syarat air dalam pembuatan beton (1) Tahapan-tahapan pengerjaan pile cap (1) TAPAI.KOTA MANNA (1) Teknik sipil (28) Teknologi bahan konstruksi (2) Teknologi Prefabrication (2) Teknologi Survey dan Pemetaan (1) Teknologi Tepat Guna (1) Theodolite (1) Tipe Bulldozer (1) Tipe Traktor (1) Tipe-Tipe Atap (2) tipe-tipe pondas. (1) Total Station (2) Tower Crane (TC) (1) Traksi Kritis (1) Traktor Standard (1) Traktor Swampy (1) Transportasi laut (2) Tropical House (2) Turbin Francis (1) Ultra High Performance Concrete (UHPC) (1) Very hard Bals. (1) Very soft Balsa (1) video Clips (2) Waduk (1) Waduk Cirata (1) warren truss (1) Warren Truss Bridge (1) Waterpass (1) WISATA (2) Wisata Alam (2) yogi oktopianto (11)

Twitter

Tampilkan postingan dengan label Bahan Campuran. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bahan Campuran. Tampilkan semua postingan

Klasifikasi Admixture

Sabtu, 09 Oktober 2010

Klasifikasi Admixture



Dalam pemanfaatannya, admixture banyak sekali macam-macamnya sehingga dapat diklasifikasikan terdiri dari beberapa jenis sesuai dengan fungsinya, yaitu :

1. Air Entrainent

Menimbulkan gelembung udara secara tersebar merata pada beton (ukuran 0,25 – 1,00 mm), memperbaiki kemudahan pengerjaan beton, mengurangi terjadinya bleeding.

2. Water Reducer

Mengurangi jumlah air, memperkecil slump, mendapatkan konsistensi tertentu
meningkatkan tegangan tekan beton.

3. Retarder
Memperlambat waktu pengikatan beton, untuk menyesuaikan waktu pelaksanaan pembetonan.

4. Accelerator
Mempercepat waktu pengikatan beton (dibatasi karena mengakibatkan korosi pada tulangan) dalam waktu relatif singkat kekuatan awal beton meningkat tinggi.

5. Super Plasticizer

Meningkatkan kemudahan pengerjaan beton, mengurangi kandungan air pada beton, meningkatkan kekuatan beton.

6. Pozzolan
Menurunkan suhu dalam beton, panas hidrasi turun, mempermudah pekerjaan beton masif.

7. Bonding
Menambah sifat melekat, untuk pekerjaan beton yang memerlukan kekuatan lekat, misalnya mengisi retakan.

8. Expanding
Mengkonpensasi adanya susut dengan mengembangkan beton Grouting.

Sedangkan menurut ACI Commitee 212.1R-81 (Revised 1986) yang selalu diperbaiki sejak 1944, 1954, 1963, 1971, jenis bahan tambah untuk beton dikelompokkan dalam 5 kelompok yaitu : accelerating, air-entraining, water reducer and set-controling, finely devided mineral dan miscellanous.

Read Full 0 komentar

Bahan Tambahan Beton

Sabtu, 21 Agustus 2010
Bahan Campuran Tambahan Beton

Secara historis, penggunaan bahan campuran tambahan hampir sama tuanya dengan penggunaan beton. Pada zaman dahulu orang-orang Romawi sudah menggunakan lemak hewan, susu, dan darah sebagai bahan campuran dalam beton. Khususnya darah (karena mengandung haemoglobin) merupakan bahan campuran tambahan yang cukup efektif dalam meningkatkan workability dan keawetan dari beton.
Dewasa ini banyak sekali dijumpai berbagai jenis bahan campuran tambahan yang diperdagangkan di pasaran. Mulai dari tujuan untuk mempercepat pengerasan beton, memperlambat pengerasan beton, sampai pada bahan campuran tambahan yang dapat menghasilkan beton cair (SCC-Self Consolodating Concrete). Sejak tahun 1985 sampai sekarang, di luar negeri tidak kurang dari 800 paten sudah diajukan.
Bahan tambahan lainnya yang banyak dipergunakan yaitu fly ash (abu terbang) dan silica fume. Penelitian abu terbang di Amerika sudah dimulai kurang lebih pada tahun 1937, dan pemanfaatan secara intensif sebagai campuran beton dilakukan oleh U.S. Army Waterways Experiment Station pada tahun 1950 dan pada tahun 1958 oleh U.S. Army Corps of Engineering pada berbagai proyek. Australia mulai penelitian dan penggunaan abu terbang sekitar tahun 1949 dan bahan abu terbang pada saat itu masih didatangkan dari Amerika. Di Indonesia sebetulnya sudah dikenal sejak sekitar tahun 1970-an, tetapi pemanfaatannya sebagai campuran beton dipakai kurang lebih 10 tahun belakangan ini, karena lebih ekonomis.
Abu terbang merupakan bahan pozzolanic yang memiliki “pozzolanicity” yang bervariasi yang menghasilkan kekuatan yang berbeda-beda. Abu terbang memiliki butiran yang jauh lebih halus dari semen, dan silica fume memiliki butiran yang lebih halus dari abu terbang. Beberapa karakteristik umum dari abu terbang adalah: Reduced Early Strenght, meningkatkan setting time, mereduksi heat generation (baik untuk mass concrete dan cuaca panas), slow starter, dan kualitasnya bervariasi.
Kelebihan dalam penggunaan abu terbang adalah mereduksi hidatasi panas dari beton, adukan beton lebih lecak sehingga lebih mudah dipompa dan lebih padat, mengurangi bleeding dan segregasi, menghasilkan beton yang lebih kedap (bila dirawat dengan baik) dan menghasilkan beton yang lebih awet. Disamping manfaatnya, perlu juga diperhatikan berbagai kendala dalam penggunaan abu terbang, yaitu sebagai berikut :

a) Fly ash concrete membutuhkan perawatan yang lebih lama karena strength development yang lebih panjang. Kelalaian dalam perawatan dapat menimbulkan pengaruh negatif yang akan mereduksi chemical protection terhadap tulangan.
b) Karena pencapaian kekuatan yang lebih lambat, maka akan mempengaruhi pada pelepasan perancah yang relatif agak lebih lama dibandingkan dengan normal concrete.
c) Karena penggunaan abu terbang akan mereduksi bleeding, maka evaporation cracking akan lebih mudah terjadi bila tidak dirawat dengan baik.
d) Tenggang waktu setelah pengecoran yang agak panjang untuk pelaksanaan trowelling dibandingkan dengan normal concrete.

Berdasarkan uraian diatas, jelas bahwa penggunaan abu terbang pada beton dapat menghasilkan hasil yang baik bila abu terbang memiliki kualitas yang baik dan seragam serta dipakai secara tepat dan dilakukan perawatan dengan baik.
Sebelum mengeras, beton semula berwujud bubur kental sehingga mudah diangkut untuk dituang ke dalam cetakan sesuai bentuk yang direncanakan, kemudian dipadatkan agar setelah terjadi pengerasan diperoleh produk akhir beton yang tidak keropos serta mempunyai karakteristik kekuatan dan keawetan seperti yang direncanakan.
Semua langkah yang diambil sejak pemilihan bahan sampai menentukan perbandingan campuran beton disebut perencanaan campuran beton. Bidang teknologi beton sangat luas, yaitu meliputi pengetahuan akan bahan-bahan untuk pembuatan beton, perencanaan campuran beton, rangkaian proses pencampuran-pengangkutan-pencetakan (penuangan + pemadatan), perawatan beton muda, pengujian karakteristik beton segar maupun beton keras, teknik perlindungan permukaan beton, pengaruh lingkungan, teknik perbaikan beton yang mengalami kerusakan, dan lain-lain.
Read Full 0 komentar

Follower

Recent comment

 
Software Download Tips Komputer
TheHack3r.com

© Black Newspaper Copyright by CivilStation.COM | Template by Blogger Templates | Blog Trick at Blog-HowToTricks