blog how to, blog trick, blog tips, tutorial blog, blog hack

Statistic Yogie's Blog

Senin, 28 Februari 2011

Rumah Container


Rumah Container


Belakangan ini rumah dan bangunan dari peti kemas atau container kapal mulai bermunculan. Container dapat dimodifikasi dan digabungkan untuk membuat unit rumah. Rumah container disebut juga rumah pengiriman container atau rumah kargo container, adalah tempat tinggal atau rumah yang terbuat dan berbahan baku utama dari container bekas. Kencenderungan ini dipicu oleh masalah lingkungan. Container yang digunakan untuk transportasi barang dengan menggunakan kapal, bisa menimbulkan masalah. Masalahnya, biaya pembuatan container baru adalah lebih murah daripada mengirimkan kembali container-container tersebut dalam keadaan kosong. Container yang dipakai untuk mengirim barang ini jelas akan bertumpuk, tanpa kembali ke tempat atau negara asalnya. Penggunaan container bekas diharapkan dapat mengembangkan nilai dari green construction, karena dari penggunaan container bekas atau mendaur ulang container yang sudah tidak terpakai.

Menurut sebuah sumber, pembangunan rumah dengan menggunakan struktur dasar sebuah container tentunya bisa menghemat biaya, dibanding dengan cara biasa, dalam artian membangun rumah dari semen, batu bata, dan pembuatan fondasi yang memadai. Dengan menggunakan container, kita bisa memperoleh dinding, lantai dan atap sekaligus. Tinggal sekarang bagaimana tahap penyelesaiannya atau finishing. Sebagai pertimbangan utama penggunaan rumah container adalah keterjangkauan, karena pengiriman rumah container adalah cara lebih murah daripada rumah standar.



Garis Besar Tahap-tahap yang Dilakukan dalam Pembuatan Rumah Container.

Sama halnya dengan rumah konvensional, rumah container pun mempunyai tahapan konstruksi. Adapun garis besar tahap-tahap yang dilakukan untuk pembuatan rumah container, yaitu :

· Cara membeli container pengiriman

Mencari agen-agen yang menjual container bekas, atau langsung mencari agen yang menjual rumah container.

· Inspeksi dan Sumber untuk container yang digunakan.

· Jumlah container yang diperlukan.

· Pemilihan container bekas yang berkualitas.

· Jumlah container yang memerlukan dinding dipotong.

· Bongkar

· Ukuran lahan yang akan di gunakan untuk rumah container.

· Bagaimana dan dimana rumah container akan terletak di plot tanah.

· Jumalah luasan yang dibutuhkan untuk ruangan.

· Jenis dan ukuran pondasi rumah container.

· Jenis isolasi

· Desain internal

· Jumlah, penempatan, dan pemotongan jendela dan pintu.

Jendela, pintu dan frame lainnya dapat diproduksi dari baja, plastik aluminium, kayu, dll. Pintu dilengkapi dengan kunci agar keamanan terjaga, sedangkan jendela dilengkapi dengan penutup jendela.

· Penempatan listrik di dalam rumah container

· Penyelesaian dinding interior dan insulasi.

Dinding dan langit-langit dapat dimodifikasi dengan bahan-bahan isolasi seperti : glasswoll, rockwool, Spray Polyurethane Foam (Polyurea), panel sandwich, kayu lapis, seng alum, dll.

· Lantai

Lantai dapat menggunakan plat aluminium kotak, plat baja karbon, panel kayu, keramik, beton, atau PVC atau bahan-bahan lain yang tersedia di pasar.

· Penempatan pipa saluran air.

· Kamar mandi dan dapur

· Bahan untuk dinding eksterior.

· Memilih atap yang digunakan.

· Menghias konstruksi atau proses finishing.

· Pemeliharaan

· Menggabung dan / atau susun dua container atau lebih


Kelebihan dari rumah Container


Pengembangan rumah container adalah ide yang sangat luar biasa. Ada beberapa kelebihan dari penggunaan rumah container, yaitu:

a. Penggunaan Bahan Daur Ulang atau Berkelanjutan (Sustainable)

Container siap tersedia, ada jutaan pengiriman container kosong mengotori pelabuhan dunia. Container yang tidak lagi digunakan untuk mengirim barang, adalah bahan utama untuk rumah container. Ini adalah kehidupan kedua untuk wadah tersebut, yang menyebabkan pengurangan konsumsi energy dan selanjutnya penurunan emisi rumah kaca. Karena kita tidak akan menggunakan sumber daya baru bila kita membeli rumah container, kita akan membeli sebuah rumah yang terbuat dari bahan daur ulang.

b. Kecepatan Konstruksi (Speedy)

Membangun rumah container sangat mirip dengan membangun rumah, menggunakan kotak cocok. Kita hanya perlu untuk memotong lubang untuk jendela dan pintu, tambahkan isolasi dan lantai maka vola rumah sudah siap. Konstuksi waktu dikatakan 25% lebih pendek dibandingkan dengan prosedur bangunan tradisional.

Rumah container dapat disatukan atau digabungkan dengan sangat cepat, membuat rumah container solusi tepat untuk tempat penampungan besar dalam situasi darurat, misalnya ketika rumah-rumah hancur karena banjir, gempa bumi, atau badai.

c. Biaya Konstruksi

Container tersebut murah. Kehidupan pengiriman container rata-rata adalah 2 sampai 3 tahun, kemudian container dibuang untuk membuat ruang untuk model baru. Sehingga kita dapat membelinya dengan harga murah.

Total biaya rumah container diperkirakan akan jauh lebih rendah daripada biaya rumah tradisional dengan luasan bangunan yang sama. Di luar Negeri satu menggunakan container 40 kaki panjang dan 8 kaki lebar mungkin biaya sekitar 900-1100 USD. Bahkan ketika menggunakan wadah prefabrikasi, seperti blok SG senilai 9000-12000 USD per 1 blok, total biaya rumah container masih tetap rendah.

Harga container bekas dalam kondisi 80% ukuran 40 kaki atau 12 meter di Jakarta dan Surabaya berkisar antara Rp 15.000.000 hingga Rp 19.000.000 . Alat transportasi dan angkut container ini bisa disewa dengan tarif Rp 110.000 hingga Rp 130.000 per jam untuk Jabodetabek. Hitungan biaya untuk tahap penyelasaian, tentunya tergantung material yang digunakan.

d. Desain Fleksibel atau Mudah di Upgrade

Container bersifat modular maka dapat ditumpuk di atas satu sama lain atau berdampingan dan dimodifikasi bentuknya, sesuai dengan desain yang diinginkan untuk menciptakan ruangan yang lebih besar. Satu sama lain dinding dapat dihilangkan untuk menambah ruang interior rumah. Selanjutnya rumah container dapat diubah setiap saat di masa depan dengan cara yang cukup mudah dan cepat.

Ada beberapa ukuran container yang biasanya dipakai untuk membuat rumah atau bangunan yaitu 40 kaki dan 20 kaki. Container 40 kaki memiliki dimensi panjang 12,19 meter, lebar 2,44 meter, dan tinggi 2.59 meter. Sedangkan yang 20 kaki memiliki dimensi panjang 6 meter, lebar 2,4 meter dan tinggi 2,59 meter.

e. Kuat dan Tahan Lama (Durability)

Container tebuat dari struktur baja kaku mereka memiliki struktur yang kokoh persegi dan membuat mereka mudah untuk stack, container telah dibuat untuk menahan unsur-unsur perjalanan laut, seperti angin kencang, hujan deras, badai, dll. Jadi, dengan menggunakan wadah tersebut menyediakan kerangka kerja yang sangat kuat dan tahan lama untuk membangun. Hal ini berarti bahwa rumah container tidak akan bocor, akan berdiri untuk kondisi cuaca ekstrim, tahan api, mampu menahan badai dan gempa bumi.

f. Mudah Relokasi atau Mudah diangkut

Rumah container dapat relative mudah diangkut ke tempat lain. Container dirancang untuk dipindahkan dari satu tempat ke tempat lain, sehingga tidak akan menjadi masalah untuk membongkar rumah dan memindahkannya ke tempat baru. Jika kita memutuskan untuk berkemas dan berpindah tempat, kita dapat membawa pindah rumah container yang telah kita buat.

g. Perlindungan Lingkungan

Dengan container didaur ulang dampak negatif dari aktivitas manusia terhadap lingkungan berkurang, tidak perlu memotong banyak pohon atau menghabiskan banyak energi untuk membangun rumah. Selain itu, pemilik rumah tersebut sering memilih sumber-sumber energi alternatif, seperti panel surya atau pompa panas, demikian juga berkontribusi terhadap perlindungan lingkungan.

h. Tahan terhadap kerusakan akibat serangga.

Container terbuat dari baja, sehingga tidak perlu takut akan kerusakaan yang diakibatkan oleh serangga.

Karena banyak kelebihan dari rumah container, semakin banyak orang yang membeli rumah container di seluruh dunia. Negara-negara pengguna rumah container, antara lain : Belanda, Selandia Baru, Amerika Serikat, Kanada, Italia, Eropa Utara, Perancis, dan Taean di Chungcheong Selatan. Indonesia pun sudah menggunakan namun masih kurang publikasi, sehingga pemakaian nyata dilapangan masih sulit ditemukan.





Sumber :

Martell HomeBuilders. Manfaat Rumah Container. 24 Januari 2011. http://translate.google.co.id/translate?hl=id&langpair=en|id&u=http://www.themartellexperience.com/2010/09/27/the-benefits-of-container-homes/

Anonim. Green Construction - 22 Januari 2010. 24 Januari 2011. http://translate.googleusercontent.com/translate_c?hl=id&langpair=en|id&u=http://cargocontainerhomes.net/&rurl=translate.google.co.id&usg=ALkJrhjHwV_N2NpF9RvzTxjiaKWrP_zGSg

eHow. Kontra Bangunan Rumah Container. 24 Januari 2011. http://translate.google.co.id/translate?hl=id&langpair=en|id&u=http://www.ehow.com/list_6149360_cons-building-container-house.html

Anissa Q. Aini. Tema Green Bakal Warnai Renovation and Construction Expo 2010. http://www.ideaonline.co.id/iDEA/Berita/Properti/Tema-Green-Bakal-Warnai-Renovation-and-Construction-Expo-2010


2 komentar:

Anonim mengatakan...

ijin bookmark masgan, ane mhs arsitektur masi newbie, ada lahan dan uang untuk bikin proyek rumah tinggal mandiri dari container.. tapi belom ada ilmunya..

Anonim mengatakan...

mau hubungi yg cepat d mn ya?

:10 :11 :12 :13 :14 :15 :16 :17
:18 :19 :20 :21 :22 :23 :24 :25
:26 :27 :28 :29 :30 :31 :32 :33
:34 :35 :36 :37 :38 :39

Poskan Komentar

Follower

Recent comment

 

bridge

Loading...

Building

Loading...

© Black Newspaper Copyright by CivilStation.COM | Template by Blogger Templates | Blog Trick at Blog-HowToTricks