blog how to, blog trick, blog tips, tutorial blog, blog hack

Statistic Yogie's Blog

Senin, 28 Maret 2011

Waduk

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Air adalah komponen utama kehidupan makhluk di bumi ini. Setiap makhluk hidup tentunya membutuhkan air. Air dibutuhkan manusia dalam kehidupan sehari-hari seperti minum, mandi, mencuci, dan memasak. Seiring dengan perkembangan jumlah penduduk maka semakin besar pula kebutuhan untuk memperoleh air. Permasalahan yang ada adalah terjadinya kekeringan di musim kemarau dan banjir di musim penghujan, dan kondisi aliran sungai pada saat musim hujan mempunyai debit yang sangat besar.

Besaran debit yang lewat tersebut tidak ada manfaatnya bahkan sering sekali menjadi masalah baik sepanjang alur sungai itu sendiri maupun daerah-daerah disekitarnya.Sedangkan di saat-saat musim kemarau alur sungai mempunyai debit yang sangat minim. Daerah-daerah disekitarnya kering, pertanian dan perkebunan kurang air.

Kesenjangan kondisi akibat perubahan musim tersebut perlu dilakukan pengkajian, supaya besaran debit yang terjadi bisa dimanfaatkan dan tidak menjadi masalah lagi. Sehingga ketersedian air pada saat musim hujan tidak berlebihan dan pada saat musimkemarau tidak terlalu kekurangan. Salah satu pendekatan dalam pemecahan masalah ini perlu dibuat sebuah bangunan penampung air di alur sungai tersebut, yaitu bendungan atau waduk. Bendungan atau waduk tidak saja sebagai tampungan air pada saat musim hujan tetapi dapat dimanfaatkan untuk tujuan lainnya

Sebagai upaya menjaga kelestarian air maka berbagai usaha telah dilakukan baik yang bersifat fisik maupun non fisik. Upaya non fisik diantaranya pembuatan peta potensi catchmen area, mengatur penggunaan DAS, pembuatan master plan pengendalian banjir dan mekanisme perijinan alih fungsi lahan yang ketat. Upaya fisik diantaranya pembangunan bendungan dan waduk yang diharapkan dapat menampung laju air sungai sehingga dapat meresap ke dalam tanah serta berfungsi sebagai pengendali banjir di daerah hilir.

Pada dasarnya bendungan adalah kontruksi bangunan yang digunakan untuk menampung air. Hasil tampungan air berupa genangan itulah yang dinamakan waduk. Jadi bendungan dan waduk merupakan satu kesatuan sistem yang berhubungan. Di Indonesia, keberadaan waduk memberikan manfaat bagi kehidupan manusia dalam bidang pertanian, energi, suppy air baku, pariwisata dan pengendalian banjir. Di sisi lain keberadaan waduk dapat merugikan manusia terutama bagi mereka yang terkena dampak relokasi.

1.2 Rumusan Masalah

Adapun rumusan masalah yang akan dibahas pada makalah ini adalah

  1. Apa yang dimaksud dengan waduk
  2. Apa saja komponen-komponen yang terdapat dalam waduk
  3. Apa saja manfaat akibat adanya pembangunan waduk
  4. Apa saja permasalahan-permasalahan yang ditimbulkan akibat keberadaan waduk
  5. Bagaimana cara pemeliharaan waduk agar tetap bekerja secara optimal
  6. Alternatif apa saja yang ditawarkan oleh Pemerintah dalam upaya konservasi sumber daya air

1.3 Tujuan penulisan

Berdasarkan latar belakang msalah, maka makalah ini bertujuan untuk

  1. Mengetahui pengertian dari waduk
  2. Mengetahui komponen-komponen dari waduk
  3. Mengetahui manfaat waduk
  4. Mengetahui permasalahan yang ditimbulkan, dan bagaimana cara penanggulangannya
  5. Mengetahui cara pemeliharaan waduk, agar tetap bekerja secara optimal
  6. Menjabarkan alternatif dalam upaya konservasi sumber daya air


BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Waduk dan Komponen Waduk

Waduk sering disebut danau buatan yang besar. Menurut Komisi DAM dunia bendungan/waduk besar adalah bila tinggi bendungan lebih dari 15 m. Sedangkan embung merupakan waduk kecil dan tinggi bendungannya kurang dari 15 m. Sistem tata air waduk berbeda dengan danau alami. Pada waduk komponen tata airnya pada umumnya telah direncanakan sedemikian rupa sehingga volume, kedalaman, luas, presepitasi, debit inflow/outflow dan waktu tinggal air diketahui dengan pasti. Waduk memiliki beberapa komponen yaitu :









1. Waduk

2. Bendungan (DAM)

Bendungan (DAM) adalah konstruksi yang dibangun untuk menahan laju air menjadi waduk. Seringkali bendungan juga digunakan untuk mengalirkan air ke sebuah Pembangkit Listrik Tenaga Air. Kebanyakan Dam juga memiliki bagian yang disebut pintu air untuk membuang air yang tidak diperlukan secara bertahap atau berkelanjutan. DAM berfungsi untuk menahan atau membelokkan arah aliran air.

3. Pelimpah (Spillway)

Bangunan air yang bernama spillway ini mempunyai kegunaan untuk mengendalikan tinggi air pada waktu saat terjadinya banjir, dimana pengendalian spillway ini yakni dengan mengatur kedudukan pintunya. Pada saat terjadi hujan dengan curah yang tinggi, maka kemungkinan permukaan air untuk itu guna menghindari meluapnya air yang tinggi tersebut maka dapat diatasi dengan membuka pintu spillway agar kedudukan air pada waduk dalam keadaan stabil. Selain itu spillway juga berfungsi mengurangi banyak sedimen yang masuk ke dalam waduk dengan cara yang sama yakni mengatur buka dan tutupnya pintu air spillway. Konstruksi bangunan pelimpah terbuat dari beton, urugan batu, urugan tanah atau gabungan dari ketiganya.

4. Tailrace Outlate (Pintu Keluar Saluran Akhir)

Suatu konstruksi khusus tempat keluarnya air dari spillway atau air buangan rumah pembangkit. Konstruksinya dari beton.

5. Pembangkit listrik (Power House)

Power house hanya terdapat pada bendungan pembangkit listrik, atau dapat disebut sebagai rumah pembangkit merupakan konstruksi tehnik khusus yang berfungsi sebagai tempat merubah energi air menjadi energi listrik yang melalui turbin. Konstruksi umumnya dari beton.

2.2 Manfaat adanya Waduk

Pembangunan waduk/bendungan merupakan salah satu upaya dalam pengelolaan konservasi sumber daya air. Adapun manfaat dari keberadaan waduk/bendungan adalah sebagai berikut :

1. Penyediaan air baku penduduk

Keberadaan bendungan/waduk dapat dijadikan cadangan ketersediaan air bagi penduduk ketika musim kemarau telah tiba.

2. Suplay air irigasi daerah persawahan.

Lahan pertanian membutuhkan air secara terus menerus. Ketersediaan air yang melimpah menjadikan tanaman dapat supply air dan tidak hanya mengandalkan dari datangnya hujan.

3. Pengendalian banjir.

Melalui bendungan maka laju air dapat dikendalikan sebagai upaya pengendalian banjir di hilir bendungan.

4. Pengembangan pariwisata.

Keberadaan bendungan/waduk sangat berpotensi dalam pengembangan pariwisata yang berujung pada peningkatan Pendapatan Asli daerah (PAD) dan kesejahteraan masyarakat sekitar.

5. Suplay air untuk kegiatan industri.

Kegiatan industri membutuhkan air baku yang relatif banyak. Oleh karena itu dapat merangsang investor untuk mendirikan industri.

2.3 Kendala dalam Pengelolaan Waduk

Pengelolaan sumber daya air di dalam waduk/bendungan tertuang dalam UU No. 7 Tahun 2004 tentang Sumber Daya Air yang terdiri dari 3 komponen yaitu konservasi, pemanfaatan dan pengendalian daya rusak air. Namun pada kenyataannya konservasi sumber daya air masih jauh dari harapan malah semakin rusak baik kualitas maupun kuantitasnya. Berbagai kendala yang dihadapi dalam pengelolaan sumber daya air waduk/bendungan antara lain :

a. Banyaknya instansi yang terkait dalam melakukan pengelolaan DAS waduk yaitu setiap instansi lebih mementingkan ego sektoralnya daripada upaya konservasinya.

b. Banyaknya instansi yang terkait dalam pemanfaatan air waduk sehingga menimbulkan konflik kepentingan.

c. Perbedaan batas ekologis dan administratif, sehingga ada keengganan pemerintah tempat berlokasinya waduk untuk melakukan konservasi.

d. Masih lemahnya kapasitas kemampuan instansi pengelola dalam melakukan konservasi.

e. Kurangnya pemahaman dan kesadaran, pengetahuan dan kemampuan, untuk melakukan konservasi bagi penduduk yang ada di sekitar DAS atau penduduk di sekitar waduk.

2.4 Permasalahan yang ditimbulkan akibat adanya waduk

Keberadaan bendungan/waduk juga menimbulkan berbagai permasalahan baik terhadap lingkungan alamiah maupun bagi penduduk. Berbagai permasalahan tersebut bukan berarti sebagai penghalang tetapi sebaiknya dijadikan pertimbangan dalam upaya mewujudkan konservasi sumber daya air. Adapun permasalahan-permasalahan yang dapat ditimbulkan oleh keberadaan bendungan/waduk adalah sebagai berikut :

a. Keberadaan waduk/bendungan dapat menghilangkan komunitas setempat.

Kondisi seperti ini berlaku pada area rencana waduk yang terdapat penduduk di dalamnya. Permasalahan yang sering terjadi adalah masyarakat setempat harus direlokasi dan terancam kehilangan tempat tinggal, tanah dan keberlangsungan hidup termasuk mata pencaharian.

b. Keberadaan waduk/bendungan dapat menghilangkan habitat berbagai jenis hewan.

Hutan, lahan basah, dan habitat lain dibanjiri air. Waduk juga dapat memisahkan habitat hewan dan menghalangi rute migrasi.

c. Keberadaan waduk/bendungan dapat menciptakan permasalahan kesehatan.

Berbagai penyakit seperti malaria akan meningkat seiring dengan bertambahnya jumlah nyamuk.

d. Bendungan/waduk dapat membunuh ikan.

Hal ini tentunya akan merugikan masyarakat yang menggantungkan hidupnya pada ikan di sungai.

e. Hasil panen berkurang

Waduk akan membanjiri lahan pertanian di sekitar sungai atau pinggiran sungai.

f. Waduk sebagai salah satu faktor penyebab cuaca buruk bagi daerah sekitarnya.

Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Hossain (2009) terdapat korelasi antara keberadaan bendungan/waduk dengan tingkat curah hujan. Waduk dapat meningkatkan proses penguapan yang kemudian meningkatkan kadar kelembapan pada atmosfer. Hal inilah yang menyebabkan curah hujan di sekitar waduk meningkat.

2.5 Alternatif dalam pengupayaan konservasi energi

Dalam rangka menciptakan kondisi air yang dapat memenuhi berbagai kebutuhan, maka keberadaan bendungan/waduk sangat potensial untuk dikembangkan. Permasalahan yang paling sulit adalah dampak sosial dari pembangunan bendungan/waduk. Banyak penduduk yang harus kehilangan tempat tinggal beserta mata pencaharian. Oleh karena itu, diperlukan alternatif lain selain bendungan/waduk dalam rangka upaya konservasi sumber daya air, menghasilkan energi dan mencegah banjir. Alternatif-alternatif tersebut diantaranya adalah :

a. Alternatif konservasi air

Upaya yang dapat dilakukan adalah mengurangi permintaan terhadap air, menampung air hujan melalui pembuatan sumur resapan, pembangunan porous paving, pembuatan bendungan kecil di lahan pertanian dan meningkatkan RTH baik kualitas maupun kuantitasnya serta aplikasi ecodrainase.

b. Alternatif penghasil energi

Mengurangi kebutuhan energi, meningkatkan kualitas bendungan/waduk dan tranmisi yang ada, membangun sumber energi lain seperti hydropower kecil, energi biomassa, energi matahari, tenaga angin dan energi geothermal.

c. Alternatif pencegahan banjir

Pada dasarnya banjir terjadi karena air permukaan yang melebihi ambang batas yang tidak terserap ke dalam tanah. Oleh karena itu perlu upaya perlindungan dan pengembalian area penangkapan air, serta perlunya sistem peringatan dini terhadap banjir.

2 komentar:

Anonim mengatakan...

mksih:28 infonya gan
.......BY ANAK kasKuseR
Trima ksih skali Gan..
INFONy Sgt Bermanfaat
Moga2x Agan Jadi lbih pinter..lgi buat kyk ginian....
BY : Anak KasKuser Numpang Markir

Yogi Oktopianto mengatakan...

Sama-sama terima kasih telah mampir disini..
Semoga bisa bermanfaat

:10 :11 :12 :13 :14 :15 :16 :17
:18 :19 :20 :21 :22 :23 :24 :25
:26 :27 :28 :29 :30 :31 :32 :33
:34 :35 :36 :37 :38 :39

Poskan Komentar

Follower

Recent comment

 

bridge

Loading...

Building

Loading...

© Black Newspaper Copyright by CivilStation.COM | Template by Blogger Templates | Blog Trick at Blog-HowToTricks