blog how to, blog trick, blog tips, tutorial blog, blog hack

Statistic Yogie's Blog

Label

ACC (1) air (1) Alat Berat Proyek Konstruksi (2) Alat Bore Pile (1) Alat ukur modern (3) Alat ukur tanah (4) Alimax (1) Aliran Lambat Laun (1) Analisis Method In-situ Prefabrication Wall Casting (1) anchorages frame (1) ancol (1) Anyer Beach (1) atap kupu-kupu (1) Bahan Bangunan (1) Bahan Campuran (2) Baja Tulangan (1) Balanced Cantilever dengan FormTraveller (1) BALSA WOOD (1) BANGUNAN TENAGA AIR (1) Batas Plastis (1) Batas Susut (1) Belt Tower Crane (1) Bendungan (2) beton (9) Beton decking (1) beton ringan (1) Bored Pile (1) breadwinner bridge (1) Broken Home (1) Bunga Triana (1) Butterfly Roof (2) Calbond (1) Cerpen (1) CIRATA (1) civil engineering (1) collar frame (1) concrete glue (1) CONE PENETRATION TEST (1) CPM.\ (1) Curug Kawung (1) Curug Nangka (1) dan Komponen Penunjang (1) DANAU DENDAM TAK SUDAH (1) Debit Saluran (1) decking (1) Depok (1) Desain Rumah Tropis (1) Dinding (1) Dinding Penahan (1) Dinding PreFab (2) Dinding Prefabrication (2) Dinding Prefabrikasi (2) Dufan (1) Dump Truck (1) Dwi Sulistyo (1) Ecohouse (2) Excavator (1) Faktor Keamanan Lereng (1) Fly Ash (1) Gamrel Roof (1) Gedung (1) Geodimeter (1) Geology pertambangan (1) Geoteknik (1) GIS (1) Golongan Kayu Balsa (1) GPS (2) Green Construction (4) Ground Treatment Tank (GWT) (1) Gunung Rinjani (1) Hard Balsa (1) Hiburan (2) IBA (1) ILM (Increamental Launching Method) (1) Ilmu ukur tanah (1) Infrastruktur (5) Irigasi (1) Iterasi Gauss Seidel (2) Jalan (1) jembatan kayu (3) JENIS – JENIS ATAP (2) Jenis jenis alat berat (1) Jenis-jenis Bambu (1) jenis-jenis pondasi (2) Kawat bendrat (1) Kayu balsa (3) Kekuatan Bambu (1) Kelebihan Balsa. (1) Kelebihan dari rumah Container (1) King and Queen Roof (1) Klasifikasi Admixture (1) Klasifikasi Hutan (1) Klasifikasi Hutan Berdasarkan Dimeter Pohon (1) Kolom Bambu (1) Komponen Atap (1) Komponen Balok Kolom Dinding (1) Komponen Lantai (1) Komponen Pelengkap (1) Komponen Pondasi (2) Komponen Waduk (1) konsep Rumah Hemat Energi (1) Konsep rumah tropis (2) Konsolidasi (1) konstruksi bambu (1) Konstruksi gedung (1) Konstruksi Prefabrikasi (1) KRL Ekonomo (1) KRL Ekonomo JABODETABEK (1) Kubah Emas (1) Kuda-kuda Bambu (1) lagopus ochroma (1) Land Clearing (1) Latar Belakang waduk (1) Lem Beton (1) LEMANG (1) LEMANG TAPAI (1) maket jembatan kayu (3) Manajemen (1) manajemen konstruksi (1) manajemen proyek (1) Manfaat adanya Waduk (1) Manfaat Rumah hemat Energi. (1) Masalah Transportasi (1) Masjid Kubah Emas (1) Matematika4 (1) Medium Balsa (1) Metode Contou (1) Metode Fellenius (1) Metode Harrowing (1) Metode Jembatan Beton (1) Metode Jembatan Rangka (1) Metode Out Crop (1) Metode Pembakaran (1) Metode Penumpukan(Piling) (1) Metode Perimeter (1) Metode Precast Segmental (1) Metode SLOPE/W 2007 (1) Metode Zig-Zag (1) MSS (Movable Scaffolding System) (1) Neneng Winarsih (1) Passenger Hoist (2) Pemasangan Pile Cap (1) Pembuatan Beton decking (1) Pemetaan (1) PENGUKURAN POLYGON (1) Penulangan Pile Cap (1) PERAN TEKNIK SIPIL (1) Perancah (1) Perencanaan Irigasi Dan Bangunan Air (1) Perencanaan Jembatan Kayu (1) Perencanaan Rumah Tropis (1) Perhitungan Konstruksi Bambu (1) Perpustakaan Bambu (1) Pile Cap (1) Pintu Air (1) Plastic Limit (1) PLTA (1) PLTA CIRATA (1) Pondasi Sarang Laba-Laba (1) PRECAST CONCRETE (1) Prefabrication Wall (1) Program Matleb. (1) Rain Garden (1) Rain Garden Indonesia. (1) Rambu ukur (1) Remaja (1) replika jembatan (2) Retaining Wall (1) Rumah Container (1) RUMAH HEMAT ENERGI (1) Rumah Idaman (1) Rumah Tropis (2) Rute penyebrangan Merak-Bakauheni (1) Sabuk Tower Crane (1) Sahabat (1) sambungan kayu (1) Sambungan Las (1) Sastra (1) Scaffolding (1) Sengkang (1) Sengkang Spiral (1) Sewage traymen plan (STP) (1) Shrinkage Limit (1) SIPAT DATAR (1) Soft Balsa (1) Sondir (1) Stabilitas Lereng (1) stasiun Manggarai (1) Struktur bawah (1) syarat air dalam pembuatan beton (1) Tahapan-tahapan pengerjaan pile cap (1) TAPAI.KOTA MANNA (1) Teknik sipil (28) Teknologi bahan konstruksi (2) Teknologi Prefabrication (2) Teknologi Survey dan Pemetaan (1) Teknologi Tepat Guna (1) Theodolite (1) Tipe Bulldozer (1) Tipe Traktor (1) Tipe-Tipe Atap (2) tipe-tipe pondas. (1) Total Station (2) Tower Crane (TC) (1) Traksi Kritis (1) Traktor Standard (1) Traktor Swampy (1) Transportasi laut (2) Tropical House (2) Turbin Francis (1) Ultra High Performance Concrete (UHPC) (1) Very hard Bals. (1) Very soft Balsa (1) video Clips (2) Waduk (1) Waduk Cirata (1) warren truss (1) Warren Truss Bridge (1) Waterpass (1) WISATA (2) Wisata Alam (2) yogi oktopianto (11)

Twitter

Tampilkan postingan dengan label Infrastruktur. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Infrastruktur. Tampilkan semua postingan

INFRASTRUKTUR

Minggu, 28 Maret 2010

Infrastruktur merupakan roda penggerak pertumbuhan ekonomi. Dari alokasi pembiayaan publik dan swasta, infrastruktur dipandang sebagai lokomotif pembangunan nasional dan daerah. Secara ekonomi makro ketersediaan dari jasa pelayanan infrastruktur mempengaruhi marginal productivity of private capital, sedangkan dalam konteks ekonomi mikro, ketersediaan jasa pelayanan infrastruktur berpengaruh terhadap pengurangan biaya produksi (Kwik Kian Gie, 2002). Infrastruktur juga berpengaruh penting bagi peningkatan kualitas hidup dan kesejahteraan manusia, antara lain dalam peningkatan nilai konsumsi, peningkatan produktivitas tenaga kerja dan akses kepada lapangan kerja, serta peningkatan kemakmuran nyata dan terwujudnya stabilisasi makro ekonomi, yaitu keberlanjutan fiskal, berkembangnya pasar kredit, dan pengaruhnya terhadap pasar tenaga kerja.

Hubungan antara sistem sosial, ekonomi, infrastruktur dan lingkungan alam (Grigg, 1988)

Infrastruktur merujuk pada sistem fisik yang menyediakan transportasi, pengairan, drainase, bangunan-bangunan gedung dan fasilitas publik yang lain yang dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan dasar manusia dalam lingkup sosial dan ekonomi (Grigg, 1988).

Sistem infrastruktur merupakan pendukung utama fungsi-fungsi sistem sosial dan ekonomi dalam kehidupan sehari-hari masyarakat. Sistem infrastruktur dapat didefinisikan sebagai fasilitas-fasilitas atau struktur-struktur dasar, peralatan-peralatan, instalasi-instalasi yang dibangun dan yang dibutuhkan untuk berfungsinya sistem sosial dan sistem ekonomi masyarakat (Grigg, 2000).

Pemantapan sistem jaringan jalan mendukung pusat-pusat produksi, mendorong investasi dan menciptakan lapangan kerja, mendukung kota sebagai Pusat Pelayanan Jasa Distribusi dan membentuk struktur kota.Pembengunan bendungan untuk mendukung penyediaan listrik guna membantu aktivitas sehari-hari ( kegiatan produksi, penerangan,dan lain-lain.),penyediaan drainase sebagnai sarana pertanian yang meningkatkan produksi pangan yang akan membantu proses pembangunan nasional, dan sebagai sumber pengahasilan bagi penduduk sekitar.Pembangunan bangunan tinggi untuk menciptakan lapangan kerja baru serta menyerap tenaga kerja mulai dari kariawan sampai office boy yang akan mengurangi pengangguran.Bangunan-bangunan tersebut secara keseluruhan mendukung dalam segala aspek kehidupan, seperti ekonomi, sosial dan budaya yang akan membantu pencapaian tujuan pembangunan nasional.

Read Full 2 komentar

JALAN


JALAN

Jalan raya adalah arus pengguna jalan yang bergerak melintasi suatu ruas jalan tertentu. Pengguna jalan dalam arti luas tidak hanya kendaraan bermotor namun juga meliputi kendaraan tak bermotor, pejalan kaki dan hewan.

Fungsi jalan :

a. Sebagai alternative pergerakan masyarakat dalam kota besar atau antar antar kota besar dan daerah terpencil

b. Dapat membuka,membangkitkan,dan mengembangkan wilayah.

c. Menaikan nilai lahan atau tanah.

JALAN sebagai salah satu prasarana transportasi yang merupakan urat nadi kehidupan masyarakat mempunyai peran penting dalam usaha pengembangan kehidupan berbangsa dan bernegara. Oleh karena itu jalan mempunyai peranan untuk mewujudkan sasaran pembagunan seperti pemerataan pembangunan dan hasil-hasilnya, pertumbuhan ekonomi dan perwujudan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Penyelenggaraan jalan bertujuan untuk :

1) Mewujudkan ketertiban dan kepastian hukum dalam penyelenggaraan jalan.

2) Mewujudkan peran masyarakat dalam penyelenggaraan jalan.

3) Mewujudkan peran penyelenggara jalan secara optimal dalam pemberian layanan kepada masyarakat.

4) Mewujudkan pelayanan jalan yang andal dan prima serta berpihak pada kepentingan masyarakat.

5) Mewujudkan sistem jaringan jalan yang berdaya guna dan berhasil guna untuk mendukung terselenggaranya sistem transportasi yang terpadu.

Penyelenggaraan jalan umum wajib mendukung pertumbuhan ekonomi di wilayah yang sudah berkembang agar pertumbuhannya tidak terhambat oleh kurang memadainya transportasi jalan, yang disusun dengan mempertimbangkan pelayanan kegiatan perkotaan. Dalam usaha mewujudkan pelayanan jasa distribusi yang seimbang, penyelenggara jalan umum wajib memperhatikan bahwa jalan merupakan satu kesatuan sistem jaringan jalan, yang tediri dari sistem jaringan jalan primer dan sistem jaringan jalan sekunder yang terjalin dalam hubungan hierarki.

Read Full 0 komentar

BENDUNGAN


BENDUNGAN

Bendungan atau dam adalah konstruksi yang dibangun untuk menahan laju air menjadi waduk, danau, atau tempat rekreasi. Seringkali bendungan juga digunakan untuk mengalirkan air ke sebuah Pembangkit Listrik Tenaga Air. Kebanyakan dam juga memiliki bagian yang disebut pintu air untuk membuang air yang tidak diinginkan secara bertahap atau berkelanjutan.

Bendungan(dam) dan bendung(weir) sebenarnya merupakan struktur yang berbeda. Bendung (weir) adalah struktur bendungan berkepala rendah (lowhead dam), yang berfungsi untuk menaikkan muka air, biasanya terdapat di sungai. Air sungai yang permukaannya dinaikkan akan melimpas melalui puncak / mercu bendung (overflow). Dapat digunakan sebagai pengukur kecepatan aliran air di saluran / sungai dan bisa juga sebagai penggerak pengilingan tradisional di negara-negara Eropa. Di negara dengan sungai yang cukup besar dan deras alirannya, serangkaian bendung dapat dioperasikan membentuk suatu sistem transportasi air. Di Indonesia, bendung dapat digunakan untuk irigasi bila misalnya muka air sungai lebih rendah dari muka tanah yang akan diairi.

Klasifikasi Bendungan :

Ø Berdasarkan klasifikasi Ukuran :

a) Bendungan Kecil (<10>

b) Bendungan ukuran medium (10 - 25 m tinggi)

c) Bendungan besar (> 25 m tinggi)

d) Mayor Bendungan (> 150 m tinggi)

Ø Berdasarkan Tujuan/fungsi :

a) Hydro-bendungan listrik

b) Bendungan irigasi

c) Bendungan untuk persediaan air kota untuk keperluan air minum, rekreasi, navigasi thro kanal, industri digunakan.

d) Pengendalian Banjir

e) Bendungan untuk habitat ikan & kehidupan liar

f) Cair yang mengandung bendungan dari industri, tambang, pabrik dll

g) Multi-tujuan bendungan

Ø Klasifikasi didasarkan pada konstruksi Bahan :

a) Masonry Dam

b) Bendungan Beton

c) Bendungan kayu

d) Bendungan Baja

e) Bendungan Bumi

f) Bendungan Rockfill

g) Bendungan Komposit

Ø Klasifikasi didasarkan pada tindakan :

a) Bendungan Grafiti

b) Bendungan Busur

c) Saddle Dam

d) Check Dam

e) Penyimpangan Dam

f) Overflow Bendungan

Ø Bendungan berdasarkan jalannya air:

a) Bendungan untuk dilewati air

b) Bendungan untuk menahan air

Ø Cofferdam Bendungan menurut ICOLD :

a. bendungan urugan tanah

b. bendungan urugan batu

c. bendungan beton berdasar berat sendiri

d. bendungan beton dengan penyangga

e. bendungan beton berbentuk lengkung

f. bendungan beton berbentuk lebih dari satu lengkung bendungan

Fungsi Bendungan :

Fungsi

Contoh

Pembangkit listrik

Listrik tenaga air adalah sumber utama listrik di dunia. banyak negara memiliki sungai dengan aliran air yang memadai, yang dapat dibendung untuk keperluan pembangkit listrik.

Menstabilkan aliran air / irigasi

Bendungan sering digunakan untuk mengontrol dan menstabilkan aliran air, untuk pertanian tujuan dan irigasi. Mereka dapat membantu menstabilkan atau mengembalikan tingkat air danau dan laut pedalaman. Mereka menyimpan air untuk minum dan kebutuhan manusia secara langsung,

Pencegahan banjir

Bendungan diciptakan untuk pengendalian banjir.

Reklamasi

Bendungan (sering disebut tanggul-tanggul atau tanggul) digunakan untuk mencegah masuknya air ke suatu daerah yang seharusnya dapat tenggelam, sehingga para reklamasi untuk digunakan oleh manusia.

Air pengalihan

Bendungan yang digunakan untuk tujuan hiburan

Read Full 0 komentar

GEDUNG TINGGI

Jumat, 26 Maret 2010

GEDUNG TINGGI

Kata "pencakar langit" awalnya adalah istilah bahari mengacu pada segitiga kecil di atas layar menetapkan skysail pada kapal berlayar. Istilah ini pertama kali diterapkan untuk bangunan pada akhir abad ke-19 sebagai akibat dari kagum publik di gedung-gedung tinggi yang dibangun di Chicago dan New York City. Definisi tradisional sebuah pencakar langit dimulai dengan "pencakar langit pertama", Chicago sekarang dirubuhkan bertingkat sepuluh berbingkai baja Asuransi Rumah Bangunan (1885).

Struktural definisi kata pencakar langit itu disempurnakan kemudian oleh sejarawan arsitektur, berdasarkan perkembangan teknik tahun 1880-an yang tinggi memungkinkan pembangunan gedung-gedung bertingkat. Definisi ini didasarkan pada kerangka baja - sebagai lawan konstruksi beban batu, yang melewati batas praktis mereka pada tahun 1891 dengan Monadnock Chicago Building. Philadelphia City Hall, selesai pada tahun 1901, masih memegang klaim sebagai tertinggi di dunia beban struktur batu di 167 m (548 kaki). Kerangka baja berkembang secara bertahap meningkatkan kemandirian, dengan beberapa bangunan di Chicago dan New York kemajuan teknologi yang memungkinkan kerangka baja untuk membawa bangunan sendiri. Hari ini, Namun, banyak pencakar langit tertinggi hampir seluruhnya dibangun dengan beton bertulang. Pompa dan tangki penyimpanan air menjaga tekanan di bagian atas pencakar langit.

Sebuah longgar konvensi di Amerika Serikat dan Eropa sekarang menarik batas bawah dari sebuah gedung pencakar langit di 150 meter (500 kaki). Sebuah pencakar langit lebih tinggi dari 300 meter (984 kaki) dapat disebut sebagai supertinggi. Bangunan lebih pendek masih kadang-kadang disebut sebagai pencakar langit jika mereka muncul untuk mendominasi lingkungan mereka.

Istilah yang agak sewenang-wenang pencakar langit tidak boleh juga bingung dengan istilah yang tidak jelas tinggi. Komite Standar yang Emporis mendefinisikan sebuah bangunan tinggi sebagai "struktur bertingkat tinggi antara 35-100 meter, atau bangunan yang tidak diketahui ketinggian 12-39 lantai dan sebuah pencakar langit sebagai "gedung bertingkat yang arsitektur ketinggian minimal 100 meter. Beberapa insinyur struktur menetapkan Highrise sebagai konstruksi vertikal ada angin yang lebih signifikan merupakan faktor muatan dari gempa bumi atau berat. Perhatikan bahwa kriteria ini tidak hanya cocok naik tinggi tetapi beberapa struktur tinggi lainnya, seperti menara.

Sebuah bangunan tinggi adalah bangunan atau struktur tinggi. Biasanya, fungsi bangunan ditambahkan, contohnya bangunan apartemen tinggi atau perkantoran tinggi.

Meskipun definisi tetapnya tidak jelas, banyak badan mencoba mengartikan arti 'bangunan tinggi':

  • International Conference on Fire Safety in High-Rise Buildings mengartikan bangunan tinggi sebagai "struktur apapun dimana tinggi dapat memiliki dampak besar terhadap evakuasi"
  • New Shorter Oxford English Dictionary mengartikan bangunan tinggi sebagai "bangunan yang memiliki banyak tingkat"
  • Massachusetts General Laws mengartikan bangunan tinggi lebih tinggi dari 70 kaki (21 m)
  • Banyak insinyus, inspektur, arsitek bangunan dan profesi sejenisnya mengartikan bangunan tinggi sebagai bangunan yang memiliki tinggi setidaknya 75 kaki (23 m).
Read Full 2 komentar

LATAR BELAKANG PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR


Latar belakang pembangunan gedung tinggi

Timbulnya bangunan tinggi disebabkan oleh kebutuhan ruang yang selalu meningkat terutama di pusat-pusat kota,baik sebagai ruang kerja kantor maupun tempat tinggal. Kemajuan teknologi pembangunan terutama setelah ditemukanya bahan beton bertulang, baja, alumunium, dan kaca menambah pesatnya pembangunan gedung-gedung tinggi. Penduduk di dunia meningkat terus sedangkan tanah di planet bumi ini tidak bertambah, sehingga harga tanah di kota-kota besar menanjak terus, memaksa manusia untuk membangun ke atas.

Beberapa Negara yang hanya terdiri dari beberapa pulau kecil seperti Singapura dan Hongkong tidak ada pilihan lain, kecuali membangun ke atas.

Menurut perhitungan para ahli, perluasan kota-kota besar di dunia ini akan menghabiskan lahan pertanian, sedangkan lahan pertanian sangat diperlukan untuk memproduksi makanan bagi penduduk dunia. Yang harus bertambah jelaslah sudah pembangunan yang bertumpuk bukanlah merupakan kemewahan, tetapi sebaliknya tindakan pri-kemanusiaan dalam arti menghemat tanah untuk generasi mendatang.

Latar belakang dibuatnya Jalan

Jalan raya sejak mulai awal dirintis, hanya berupa lintas lalu lalang manusia untuk mencari nafkah dengan berjalan kaki, atau menggunakan kendaraan sederhana beroda tanpa mesin. Makin lama perkembangan jalan berkembang dengan pesat, seiring dengan perkembangan teknologi yang melahirkan macam-macam kendaraan bermesin mulai dari beroda tiga, empat sampai lebih dari empat. Dari semula hanya sebagai alat bantu manusia menemukan sumber makanan, berkembang menjadi merupakan sarana pelayanan jasa angkutan manusia, barang dan bahkan menjadi sarana pengembangan wilayah dan peningkatan ekonomi. Dengan pesatnya perkembangan jalan ini yang semula hanya dibuat “asal jadi” saja, belakangan mulai dipkirkan syarat-syarat jalan, agar dapat melayani pengguna jalan dengan nyaman, aman, sehat dan cepat, bahkan belakangan ini disyaratkan untuk memenuhi berwawasan lingkungan.

Jalan dapat meningkatkan kegiatan ekonomi di suatu tempat karena menolong orang untuk pergi atau mengirim barang lebih cepat ke suatu tujuan. Dengan adanya jalan, komoditi dapat mengalir ke pasar setempat dan hasil ekonomi dari suatu tempat dapat dijual kepada pasaran di luar wilayah itu. Selain itu, jalan juga mengembangkan ekonomi lalu lintas di sepanjang lintasannya.

Persyaratan geoteknik jalan, adalah salah satu dari persyaratan-persyaratan yang ada, untuk memberikan kenyamanan , keamanan, dan kecepatan tersebut di atas. Banyak syarat0syarat lain di luar syarat geoteknik ini, yang merupakan persyaratan konstruksi jalan secara umum, meliputi antara lain persyaratan sturktur jalan, persyaratan bahan jalan, persyaratan pelaksanaan jalan dan lain-lain.

Secara umum, konstruksi jalan raya tidak hanya terbtas pada geoteknik jalan saja, namun untuk pegangan dasar bagi pemerhati, pelaksana, pengawas dan siapapun yang berkepentingan dalam disiplin ilmu ini, geoteknik jalan merupakan bekal awal untuk mendalami dan memahami pengertian dasar dari suatu bentukan konstruki yaitu, konstruksi jalan raya. Sesudah baru didekati lagi dengan pendekatan struktur yang lebih mengarah pada bentuk fisik dan kekuatan konstruksi jalan, yang memerlukan penelaahan perencanaan yang lbih matang dan akurat.

Latar Belakang Dibangunnya Bendungan

Meskipun air dari sungai mempunyai manfaat yang besar, baik untuk pertanian, lalu lintas dan kebutuhan manusia yang lain, akan tetapi keberadaan sungai itu sendiri perlu mendapatkan perhatian khusus didalam pengelolaannya. Pengelolan sungai disamping untuk memenuhi kebutuhan manusia juga dimaksudkan untuk menghindari adanya bahaya yang dapat ditimbulkan dari sungai tersebut, yaitu bahaya banjir. Banjir merupakan peristiwa alam yang terjadi akibat melimpahnya air yang ada dipermukaan. Sebab-sebab banjir dikarenakan tidak mempunyai sungai untuk menampung air, kurangnya tingkat peresapan tanah, dan lebih rendahnya permukaan daratan dari pada permukaan air

Banjir merupakan fenomena yang terjadi dimana suatu wilayah atau sistem pengairan tidak mampu menampung limpahan air. Sawah atau lahan pertanian biasanya terletak di tepi sungai atau memiliki sungai sebagai pengairan. Sehingga jika sistem pengairan tidak mampu menampung air maka akan terjadi banjir dan sawah akan terkena dampaknya. Jika sebuah lahan pertanian terkena banjir maka segala tanaman akan basah dan layu sehingga akan mati. Dengan kondisi ini, maka petani akan dirugikan oleh adanya banjir. Sehingga akan menghambat pertanian. Selain itu dampak banjir juga berpengaruh pada bidang perdagangan, bidang religi bahkan pendapatan kerajaan dari sektor pajak juga ikut terpengaruh. Oleh karena itu para korban banjir pasti akan mencari solusi atau strategi untuk penanggulangan bahaya banjir.

Oleh karena itu, dibangunlah bendungan. Air sungai yang meluap dapat tertahan oleh bendungan sehingga air tidak menggenangi sawah maupun pemukiman penduduk. Air sungai tersebut kemudian dialirkan ke sawah-sawah melalui jaringan irigasi.

Read Full 0 komentar

Follower

Recent comment

 
Software Download Tips Komputer
TheHack3r.com

© Black Newspaper Copyright by CivilStation.COM | Template by Blogger Templates | Blog Trick at Blog-HowToTricks